Setiap keyakinan dibaun atas dasar nilai-nilai tertentu yang ditulis dalam suatu Kitab. Untuk menyatakan kebenaran mutlak dari nilai-nilai yang tertulis didalam kitab, maka kitab itu oleh penulisnya diberi lebel suci.
Selanjutnya، ketika orang membaca kitab tersebut ،ia dihadapkan dengan sesuatu yang suci dan bebas dari kesalahan. jangankan untuk mencari kesalahan meragukannya pun harus dijauhkan dari pikiran( Qs 2/2 sebagai konsep keimanan, hal seperti itu sah-sah saja, tetapi dunia manusia ini bukan dunia malaikat yang tidak ada istilah kesalahan ,maupun kedustaan, Sejarah mencatat, setiap kehadiran seorang yang mengaku nabi selalu berhadapan dengan masa manusia yang sudah merasa mapan dengan sistem keyakinan yang mereka anut.
Hal semacam ini adalah lumrah terjadi sepanjang Sejarah sistem keyakinan atau agama. Gagasan baru yang didakwahkan oleh nabi itu akan membentuk sebuah komunitas baru yang terpisah sama sekali dengan komunitas lama. kedua komunitas ini akan menjadi semacam minyak dengan air,yang tidak bisa didamaikan.
Terkadang komunitas yang baru secara politik dan religius dapat mengungguli komunitas yang lama, tetapi kekalahan politik itu tidak berarti menghentikan perang konsep, pihak yang kalah secara politis mengalihkan pertempuran ke dalam ranah konsep.
Dalam masalah perang konsep ini terkadang orang sanggup melakukan strategi kemunafikan, yaitu berusaha menjadi orang nomor satu didalam komunitas yang baru sambil berusaha memberikan makna yang lain dari konsep yang baru itu.Biasanya usaha penyerongan Ideologi itu akan menampakan hasilnya pada satu atau dua generasi kedepan.
Dalam hal ini Paulus pernah berkata: Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaanNya ,mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? Dalam kasus Yesus kemunafikan itu sangat jelas diperankan oleh orang-orang semodel Simon Petrus dan Saulus ( Paulus ), serta imam-imam Yahudi yang biasa disebut ahli Kitab.
Didalam Injil Nicea serta surat-surat Simon Petrus dan Saulus: sangat jelas perannya sebagai tafsiran yang akan mengarahkan ucapan-ucapan Yesus ke arah konsep yang berlawanan dengan apa yang dimaksud oleh Yesus sebagai Mesias yang menggenapi nubuatan nabi-nabi Israel yang murni.

No comments:
Post a Comment